negara yang terjajah

Tiga ratus enampuluh tahun Negara ini terjajah, katanya….!
            Pada waktu itu…, hampir semua penduduk Negara ini, selalu mendekatkan dirinya kepada sang pencipta karena ketakutan,        Pada waktu itu…., hampir semua penduduk negeri ini selalu berdo’a kerena pengharapnnya,     Pada waktu itu….., tidak ada perampok yang yang mencuri untuk tabungannya hari esok,     Pada waktu itu…., tidak ada perampok yang bangga akan hasil curiannya…, dan pada waktu itu, tidak ada seorang pun yang mau menghormati dan menyanjung seorang pencuri bak pahlawan….,
            Pada waktu itu….., air mata yang tercurah, hanyalah air mata do’a dan kesedihan.  pada waktu itu….., keringat yang menetes, adalah keringat perjuangan. Tidak ada waktu yang terbuang percuma. Semua waktu dihabiskan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dan berusaha.
            Dan karena itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun berkenan memberikan rakhmat_Nya kepada Negara ini. Yaitu kemerdekaan….!
            Lalu….,
            Waktupun berjalan seiring dengan kesombongan negeri ini…..,
            Tidak ada lagi ketakutan yang menjadi pemicu kedekatan kita kepada sang pencipta.Tidak ada lagi pengharapan yang menyertai khusu nya do’a. karena memang, pengharapan penduduk negeri ini telah mereka gantungkan kepada yang namanya manusia dan akalnya. Air mata yang tercurahpun…, hanyalah air mata kesedihan, bahkan mungkin air mata kebohongan dan kesia-siaan. Keringat yang tercurah…., adalah keringat hawa nafsu dan kebodohan. Dan waktupun terbuang secara percuma…!
            Dan karena itu…., sudah sepantasnyalah seandainya sang empunya negeri ini, memberikan peringatan atas semua prilaku penduduknya. Bencana tsunami…., mudah-mudahan menjadi pengganti kokangan senjatanya penjajah pada masa itu. Sehingga penduduk negeri ini, bisa kembali mendekatkan dirinya kepada sang empunya dunia. Bencana banjir dan gunung meletus, mudah-mudahan bisa menjadi pengganti penderitaan pada masa itu. Sehingga penduduk negeri ini, bisa kembali berdo’a dan berharap kepada sang empunya kekuasaan. Dan bencana-bencana lainnya. Yang mudah-mudahan dengan bencana-bencana itu, bisa membawa kita kembali kepada jalan yang diridhoi_Nya…..!